Select Page

PERBAIKAN STATUS GIZI UNTUK MENCEGAH MALNUTRISI PADA KELOMPOK USIA ANAK-ANAK

Gizi merupakan komponen penting dalam tubuh yang dapat menentukan kualitas sumber daya manusia. Gizi yang terpenuhi dengan cukup akan sejalan dengan kesehatan yang baik. Pola gizi yang tidak seimbang akan mengarah ke malnutrisi. Malnutrisi merupakan suatu kondisi ketidakseimbangan yang terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni gizi kurang dan gizi lebih. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja di usia berapa pun. Namun, mayoritas kasus malnutrisi terjadi pada kelompok usia anak-anak.

Gizi yang tidak seimbang dapat  memengaruhi perkembangan fisik, mental, produktivitas, dan kerja tubuh, serta menghambat kecerdasan anak. Anak dengan gizi salah (malnutrisi) dengan tingkat berat memiliki ukuran otak yang lebih kecil dari ukuran otak normal dengan kapasitas 15%-20% lebih rendah dibandingkan dengan anak bergizi baik. Malnutrisi pada anak-anak berhubungan dengan angka kematian yang tinggi dikarenakan daya tahan tubuh yang buruk terhadap penyakit.

Adapun cara perbaikan gizi yang paling berpengaruh ialah pengaturan makanan. Pengaturan makanan yang baik dapat meningkatkan status gizi menjadi lebih baik dengan menambah berat badan atau menurunkan badan dalam perubahan normal dan juga meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Berikut cara meningkatkan status gizi pada anak dengan pengaturan makanan yang tepat :

  • Menentukan kebutuhan energi dan gizi sesuai dengan umur, berat badan, jenis kelamin dan aktivitas sang anak.
  • Menu makanan yang seimbang, mulai dari protein, karbohidrat, vitamin.
  • Mengonsumsi makanan manis, asin, dan berlemak tinggi pada batas wajar atau normal
  • Pemberian makanan dengan zat besi yang tinggi guna meningkatkan kadar hemoglobin darah. Bahan makanan yang mengandung zat besi tinggi seperti hati sapi atau ayam, daging merah tanpa lemak, kacang-kacangan, sayuran hijau speerti bayam, brokoli, kangung, dan masih banyak lagi.
  • Mengonsumsi makanan kayak akan vitamin c, seperti jeruk, kiwi, mangga, dsb.

Tak sampai disitu, masalah gizi di Indonesia perlu penanggulangan untuk memperbaiki keadaan gizi masyarakat Indonesia. Berikut merupakan cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi malnutrisi.

Gizi kurang

  • Revitalisasi posyandu hingga rumah sakit. Layanan kesehatan ini perlu untuk terus ditingkatkan dari kualitas maupun kuantitas pelayanan;
  • Peningkatan kesehatan lingkungan;
  • Pengawasan makanan pada anak yang dilakukan oleh orang tua;
  • Pemberian sumplemen vitamin A pada balita;
  • Pendampingan balita gizi kurang dengan pemberian makanan seimbang yang dilakukan dengan pembiasaan dan pendampingan;
  • Komunikasi, edukasi, dan informasi di bidang gizi masyarakat perlu ditingkatkan;
  • Peningkatan Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK);
  • Peningkatan ketahanan pangan yang dilakukan dengan sosialisasi agar dapat mencukupi ketersediaan pangan pada masyarakat.

Gizi lebih

Penanggulangan gizi lebih dilakukan dengan cara menyeimbangkan asupan makanan dan pengeluaran energi melalui pembatasan atau pengurangan makanan serta melakukan latihan fisik. Pembatasan makanan bisa dilakukan dengan membatasi konsumsi karbohidrat dan makanan berlemak.

Dalam menanggapi kasus malnutrisi di Indonesia, perlu adanya respon positif dari semua lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah hingga masyarakatnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi pada anak-anak karena malnutrisi pada anak dapat memberikan efek jangka panjang pada pertumbuhan negara. Sebab, produktivitas rendah akibat malnutrisi bisa menghamnat pertumbuhan ekonomi dan akan meningkatkan angka kemiskinan dan memperluas angka ketimpangan ekonomi.